About Me

Uraian:
Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia
Blog Ini Adalah Blog Yang Berisi Coretan Bebas Seorang Warga Yang Awam Akan Dunia Maya Sebuah blog untuk mencurahkan pikiran-pikirannnya. entah itu pikiran bermanfaat ataupun ide-ide konyol yang muncul secara tiba-tiba.
Lihat profil lengkapku

Kamis, 24 Desember 2009

Bagaimana jika ingin dikenal

Sebuah joke disampaikan oleh P Mario Teguh untuk memotivasi audiens. Di salah satu sesi ada peserta yang menanyakan bagaimana bisa dikenal?

Jika ingin jadi terkenal maka hal pertama mulailah dari area sosial terkecil ke area yang lebih besar. Contoh mulai dari bergaul di RT, Kelurahan, kecamatan, kabupaten sampai ke nasional.

Selain memulai dari urutan area sosai, untuk mempercepat proses harus berani tampil beda. Contoh, ketika sampai di depan pintu foodcourt atau sebuah restoran, teriak keras-keras secara tiba-tiba "Hai, selamat malam, silahkan kembali duduk tidak usah sungkan dengan kedatangan saya". Niscaya saat itu secara mendadak anda akan menjadi terkenal di foodcourt itu.

Inti yang saya dapat adalah mulai dari yang kecil dan tidak malu tampil berbeda.

Selasa, 15 Desember 2009

Pedagang liar mulai masuk KRL Ekspress

Kemarin saya menaiki sudirman express jurusan tanah abang - serpong jam 17.35. Seperti biasa ada sedikit keterlambatan yang dapat saya maklumi. Namun pemandangan yang begitu mengganggu terjadi ketika KRL sampai di Stasiun Pondok Ranji saat penumpang keluar masuk, dimana oknum pedagang mencoba masuk dan menawarkan dagangan buah kepada penumpang di dalam. Mungkin awalnya pedagang tersebut hanya coba-coba, namun ketika di dalam para penumpang antusias untuk beli jadilah si pedagang ikut masuk ke KRL dan mengajak rekannya yang lain. Dilanjutkan dengan mereka berdagang di saat kereta berjalan. Hal yang sama sering saya alami waktu-waktu sebelumnya. Saya pikir hanya coba-coba, namun kok keterusan.

Yang saya cermati disini adalah ternyata penumpang yang beli di dalam dapat berperan menciptakan cikal bakal kesemrawutan yang disebabkan transaksi jual beli di atas KRL. Padahal jelas-jelas ada larangan berdagang di atas KRL. Bayangkan kalau pedagang tersebut menceritakan pengalamannya dagang diatas KRL ekspress kepada pedagang yang lain menyebabkan semakin banyak pedagang yang masuk ke dalam KRL.

Saya berpikir larangan tersebut memang ditujukan untuk kenyaman seluruh penumpang sendiri. Berawal dari penumpang itu sendiri dengan tidak bertransaksi di atas kereta, mungkin berangsur-angsur dapat mengurangi keberadaan pedagang di atas kereta. Kalau tidak ada demand maka supply-pun akan menghilang dengan sendirinya. Atau kalau boleh usul, diatur saja pedagan-pedagang tersebut menjadi lebih terorganisir dan rapi. Sehingga kedua belah pihak (pembeli/penumpang dan penjual) sama-sama diuntungkan.

Jumat, 27 November 2009

Tips Hemat naik KA Jakarta - Jogja

Selama ini anda merasa tiket KA dari Jakarta Jogja semakin mahal? Ingin tetap hemat namun tetap dalam koridor legal (alias tetap beli tiket)? Berikut tips yang akan saya berikan.

Namun untuk melaksanakan tips ini anda harus bersedia pindah kereta alias oper.

Mungkin anda pernah mendengar kereta sawunggalih (KA jurusan jakarta - kutoarjo) dan pramex (KA jurusan kutoarjo - yogyakarta - solo). Dengan dua kereta ini merupakan tips perjalanan kita. Idenya menggabungkan dua perjalan KA yang saling menghubungkan.

Coba bandingkan dengan kereta senja utama atau fajar utama jurusan Jakarta - Jogja dengan harga Rp 100.000,00 s.d Rp110.000,00. Dengan kombinasi KA Sawunggalih dan Pramex kita hanya menghabiskan Rp86.000,00 (tiket Sawunggalih 80.000,00 + tiket pramex 6.000,00). Bahkan kalau ingin kereta eksekutif. Kita bisa memilih sawunggalih gerbong eksekutif yang harganya cuma Rp150.000,00 sehingga total perjalanan ke jogja hanya Rp156.000,00. Coba bandingkan dengan KA eksekutif argolawu atau taksaka yang harganya bisa Rp250.000,00 s.d Rp300.000,00.

Tips diatas semua dengan tiket. Namun ada kelemahan tips tersebut membutuhkan ketepatan waktu Ka sawunggalih dan pramex AND bersiap untuk selalu menunggu.

Akhir kata selamat mencoba.

Minggu, 22 November 2009

Wisata Durian di Seputaran Ciputat dan Bintaro

Akhir-akhir ini banyak dijumpai di pinggir-pinggir jalan penjual durian di seputaran Bintaro dan Ciputat . Paling banyak ditemui di jalan ciputat-pamulang dan Jalan Aria Putra.

Harga durian yang ditawarkan pun variatif dari 5 ribu sampai 25 ribu. rasa yang ditawarkanpun sangat lezat. Sepertinya kawasan tersebut sedang panen raya durian. Melihat harga yang relatif murah tersebut rasanya tidak salah jika dicoba.

Selamat menikmati.

Selasa, 25 Agustus 2009

Ramadhan Bulan Bebas Rokok


Disadari atau tidak bulan Ramadhan merupakan periode panjang bagi perokok untuk libur dari kegiatan rutin merokok setidaknya untuk siang hari. Coba lihat tempat-tempat umum di sekitar anda, sangatharang ditemui bau rokok yang sangat menyebalkan itu. Hal ini sangat kontras ketika hari bebas rokok sedunia diterapkan. Alih-alih bebas rokok, yang terjadi malah tidak ada pengurangan asap rokok di tempat umum.

Semoga bulan ini menjadi penyejuk bagi orang-orang yang terganggu akan asap rokok dan menjadi treatment terbaik bagi orang-orang yang ingin berhenti merokok.
Marhaban ya Ramadhan


Kamis, 06 Agustus 2009

Jangan Anggap Enteng Flu

Menurut sumber berita di beberapa mass media, saat ini flu yang menyerang beberapa daerah sudah digolongkan sebagai KLB (Kejadian Luar Biasa). Sungguh menakjubkan penyakit flu yang dahulu semasa saya kecil dianggap oleh masyarakat awam sebagai penyakit sepele menjadi penyakit yang mematikan atau bisa mewabah di seantero bumi ini.

Rasanya pandangan meremehkan flu di negri ini perlu di reformasi, jangan selalu mengentengkan namun jangan pula terlalu paranoid. Selama ini berdasarkan pengalaman saya orang akan menganggap enteng jika flu mendera, menganggap nanti pasti sembuh sendiri tanpa diobati. Hal ini yang biasanya menimbulkan kejadian fatal ketika sakit bertambah parah dan tidak bisa ditolong baik oleh dokter ahli sekalipun.

Jika kita menilik sejarah, virus flu bukanlah virus dengan korban segelintir orang. Pada tahun 1918 – 1919 di spanyol terjadi pandemic (kasus penyakit yang menjangkiti area tertentu dengan jumlah korban signifikan) flu yang menyebabkan 20 – 100 juta kematian manusia. Penyebabnya tak lain adalah virus flu H1N1.

Sejarah di atas sebagai gambaran begitu ganasnya virus H1N1, padahal H1N1 saat ini sedang mewabah di dunia. Akankah korban yang terjadi sebesar tahun 1918? Hanya tuhan yang tahu. Namun tentu kondisi saat ini tidak bisa disamakan dengan kondisi tahun 1918. Pengetahuan dan peralatan medis tidak sehabat saat ini. Kerjasama antar Negara saat itu juga jauh lebih minim karena bersamaan dengan perang dunia I.

Faktor yan mencegah adalah diri kita sendiri. Seberapa baik kita menjaga pola hidup sehat dan memberikan treatment pencegahan terhadap flu adalah kunci utama. Sudah saatnya kita tidak menganggap enteng virus flu. Saling sharing informasi mengenai virus ini sangat membantu (analogi yg sama tahun 1918, sarana komunikasi saat itu untuk bertukar informasi tidak sebaik saat ini).